Wapres AS Mike Pence: Membawa Iman dan Pengharapan ke dalam Politik

— Tulisan ini diterbitkan di Buletin Euangelion edisi 163/GII Hok Im Tong —

Seorang Kristen yang taat, rendah hati dan bertutur kata halus. Itulah Michael Richard Pence, Wapres AS yang ke-48. Dengan kepribadian yang kontras dengan Trump, ia dianggap pasangan yang ideal untuk mendampingi dan menutupi kekurangan atasannya baik dalam hal kepribadian maupun pengalaman pemerintahan.

Tulisan ini membahas siapakah pria yang akrab dipanggil Mike Pence ini dan bagaimana ia membawa serta imannya dalam perjalanan panjang karier politiknya. Tulisan ini juga memaparkan berbagai macam oposisi dan, yang terpenting, PENGHARAPAN bahwa Tuhan bekerja dan membawa banyak kebaikan.

Mike Pence lahir dari keluarga kelas menengah di Columbus, Indiana pada tanggal 7 Juni 1959. Ia tumbuh dalam keluarga dengan tradisi Katolik Irlandia yang kuat, aktif di gereja sebagai Altar Boy (misdinar) dan pergi ke sekolah Katolik.

Secara politik, keluarga Pence berafiliasi ke Partai Demokrat. Mereka mengagumi Presiden John F. Kennedy yang adalah presiden pertama Amerika yang berlatar belakang Katolik Irlandia. Bahkan Mike Pence, ketika remaja, pernah menjadi Koordinator Remaja Bartholomew County Democrats1,2,3.

Meskipun aktif di Gereja Katolik, kebangkitan rohani Pence justru terjadi ketika dia kuliah di satu universitas kecil, Hanover College. Ia merasakan bahwa ritualitas dan formalitas kegiatan gereja tidak menghasilkan kedekatan dan hubungan pribadi dengan Tuhan. Memang pada masa itu banyak orang Katolik, yang meskipun masih mencintai kekatolikannya, juga mulai akrab dengan konsep hubungan pribadi dengan Kristus, suatu konsep yang dijunjung tinggi oleh kaum Kristen Injili2.

Dalam kegalauan imannya itu, seorang kakak kelas Pence yang bernama John Gable, sekarang adalah Pendeta di Tabernacle Presbyterian Church di Indianapolis, mendekati dan mengajaknya berdiskusi tentang iman Kristen. Diskusi ini berujung kepada keinginannya untuk menjadi Kristen. Sampai di sini, semoga kita sepakat bahwa pelayanan mahasiswa di kampus-kampus itu penting.

Dalam kedekatan mereka, ada hal lain yang menjadi perhatian Pence: kalung salib yang menghiasi leher temannya itu. Ia bertanya di mana ia bisa membeli kalung seperti itu. Jawaban John menyentak hatinya dan diingatnya terus sampai hari ini, “Kamu harus memakai kalung ini di HATIMU sebelum memakainya di lehermu”.

Beberapa minggu kemudian di suatu festival musik Kristen yang ia hadiri, Pence membuat keputusan untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya4. Keputusan ini pada akhirnya membawa Pence keluar dari dua institusi penting: Partai Demokrat dan Katolik Roma.

Memang perubahan itu tidak langsung. Setelah lulus kuliah, Pence masih aktif di Gereja Katolik dan menyebut dirinya sebagai orang Katolik Injili yang telah lahir baru (a born-again, Evangelical Catholic). Ia bahkan sempat mempunyai niat untuk menjadi pastor Katolik. Baru pada tahun 1990-an, ia dan keluarganya mulai pergi ke satu Gereja Injili di Indianapolis. Terlepas dari label-label ini, keputusan menjadi pengikut Kristus menjadi titik awal lahirnya seorang politisi yang mempunyai agenda konservatif dan nilai-nilai Kristiani yang kuat.

Pence muda, yang mendapatkan gelar sarjana hukumnya dari Indiana University, mencoba memulai karier politik nasionalnya dengan mencalonkan diri menjadi anggota Kongres pada tahun 1988 dan 1990, dan setelah melewati kampanye negatif brutal terhadap lawannya, ia gagal.

Pence Congress 88

Belajar dari kekalahan dan terusiknya hati nurani karena kampanye negatif, ia mengungkapkan penyesalannya dalam sebuah tulisan dengan judul “Confessions of a Negative Campaigner5. Tulisannya dimulai dengan pernyataan “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa, dan di antara mereka akulah yang paling berdosa” (1 Tim 1:15).

Pence mengakui bahwa semua penasehat kampanye untuk semua kandidat dari partai manapun selalu menyarankan kampanye negatif terhadap lawan. Dalam tulisannya ini, ia menyatakan, “Kampanye negatif itu SALAH.”5 Saya bukan pengamat politik profesional namun saya jarang menemukan politisi yang secara sukarela mengaku salah karena alasan apapun.

Di kemudian hari tahun 2012, ketika ia mencalonkan diri menjadi Gubernur Indiana, penasehat kampanyenya menyarankan agar ia menyerang balik lawannya sebagai balasan. Si penasehat bahkan mengutip suatu ayat untuk membenarkan usulannya. Pence menolak … dan akhirnya tetap menang dalam pencalonannya2. Di sini, saya melihat adanya konsistensi etika di tengah godaan.

Setelah membaca setengah dari tulisan ini, Anda mungkin bertanya-tanya kira-kira seperti apakah sosok Mike Pence ini. Mungkin di lingkungan Anda, Anda mempunyai sosok teman yang alim, berpakaian rapi, berbicara sopan dan tertata, serta mematuhi aturan tanpa cela. Kira-kira seperti itulah Pence.

Pence Wapo

https://www.washingtonpost.com/news/the-fix/wp/2017/03/30/mike-pence-doesnt-dine-alone-with-other-women-and-were-all-shocked/?utm_term=.00c256d5d8de

Berhasil menjadi anggota Kongres pada tahun 2000, Pence dikenal sebagai sosok alim di kalangan rekan-rekannya. Ia tidak berkampanye pada hari Minggu. Pantang keluar makan bersama wanita yang bukan istrinya. Saat menghadiri acara di mana minuman beralkohol disajikan, ia selalu mengajak istrinya. Teman-temannya bercanda jika berada di dekat Pence, kata-kata harus dijaga2,3. Pence secara konsisten menjaga perilaku sehari-hari dan menghindari hal-hal yang berpotensi menjadi gosip.

Dari segi agenda politik, apa saja yang pernah diperjuangkan Pence? Ungkapan Pence yang terkenal, “ Saya adalah orang Kristen, Konservatif, dan Republikan – Urutannya seperti itu.” Alkitab menjadi dasar pemikirannya, bahkan kebijakan luar negerinya.

Quote_Christian_Conservative

Selama di Kongres, ia pernah memperjuangkan supaya Evolusi diajarkan di sekolah sebagai teori, bukan fakta, di samping teori Intelligent Design yang berseberangan dengan teori Evolusi. Ia mendukung Konstitusi Amerika yang mendefinisikan pernikahan antara pria dan wanita sembari mengingatkan bahwa legalisasi pernikahan sesama jenis akan menyebabkan “societal collapse”.

Berkenaan dengan aborsi, Pence juga mendukung legislasi “Personhood” yang memperjuangkan hak konstitusional janin di dalam kandungan sejak konsepsi. Ia juga memperjuangkan penghentian pengucuran dana pemerintah Federal (pusat) kepada Planned Parenthood, suatu lembaga non-profit yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi wanita, namun juga mempraktekkan aborsi.

Sewaktu  menjadi Gubernur Indiana, Pence menandatangani Religious Freedom Restoration Act (RFRA) yang melindungi individu atau organisasi dalam mempraktekkan imannya. Peraturan ini ditentang beberapa pihak karena dianggap dapat mendiskriminasi kaum LGBTQ. Individu atau badan usaha ditakutkan dapat menggunakan peraturan ini untuk menolak berbisnis dengan pasangan sesama jenis6. Peraturan ini akhirnya harus direvisi. Dengan agenda yang diperjuangkannya,  Pence mengukuhkan dirinya sebagai konservatif tulen.


Box 1: Oposisi

Apakah memperjuangkan nilai-nilai kekristenan di perpolitikan Amerika adalah hal yang populer? Adakah oposisi? Pada kisah Natal pertama, bayi Yesus yang belum mampu berbuat apa-apa telah melahirkan oposisi kejam dari penguasa status-quo Herodes yang khawatir dengan kelangsungan kekuasaannya. Ketika Tuhan Yesus memanggil dan memberi kuasa kedua belas muridnya, Ia memperingatkan, “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.” (Mat 10:22). Membawa nama Kristus di manapun, pasti menemui oposisi.

Menurut survey dari Gallup (2015), 75% orang Amerika menyebut dirinya Kristen7. Kategori Kristen di sini mencakup Protestan, Katolik, Mormon dan non-denominasi. Saya tidak tahu berapa banyak di antara mereka yang memahami dan memegang teguh imannya. Berapapun jumlahnya, saat ini suara mereka dimarjinalkan, atau lebih tepatnya dibungkam.

Kaum liberal radikal Amerika yang semakin anti-kekristenan mempunyai kosa kata untuk melabel orang-orang seperti Pence dan organisasi Kristen atau Konservatif: racist, bigot, misogyny, homophobic, xenophobic, hate group dan lain-lain^^. Memang ada kelompok kecil yang ekstrem dan layak mendapat label-label tersebut, namun mayoritas adalah orang-orang Kristen atau Konservatif yang hanya berbeda pandangan dengan liberal.

Kelompok liberal mempunyai “pengeras suara” yang super nyaring untuk membungkam mereka yang berbeda pendapat. Apa saja “pengeras suara” mereka?

Pertama, media massa (mainstream media). Media dapat membentuk opini publik dengan menyeleksi berita dan opini, menampilkan hanya hal-hal yang memojokkan kekristenan dan konservatisme. Social media yang berbasis di Silicon Valley, seperti Facebook dan Twitter, mempunyai kemampuan untuk menyensor posting dan tweet serta menentukan apa saja yang trending. Lebih parah lagi, media berulang kali memberitakan berita palsu dengan mengutip sumber tidak jelas (unnamed sources) sehingga muncul istilah populer sejak Trump mencapreskan diri: Fake News.

Fake news

“Pengeras suara” kedua adalah perguruan tinggi yang kebanyakan liberal. Survey pada tahun 2013 menunjukkan 50 – 60% profesor di perguruan tinggi adalah liberal8. Seberapa “parahkah” perguruan tinggi liberal?

Bulan September 2017 ini, Young America’s Foundation mengundang pembicara konservatif muda, Ben Shapiro, untuk berbicara di UC Berkeley. Diperlukan $600.000 untuk mengamankan acara ini dari para perusuh luar yang tak setuju dengan paham konservatif. Pihak kampus menawarkan jasa konseling bagi staf dan mahasiswa yang trauma akibat ceramah ini padahal mereka punya pilihan untuk tidak hadir jika tidak suka.

Berkeley Riot

Dalam 30 menit ceramahnya9, Shapiro mengritik politik identitas dan memberikan tiga kiat untuk sukses di Amerika: 1) Harus menyelesaikan sekolah menengah; 2) Menikah dulu sebelum punya anak; 3) Carilah pekerjaan. Pengamanan spektakuler dan konseling untuk ceramah semacam ini?

Bagi yang ingin studi di Amerika, silahkan menimba ilmu di perguruan-perguruan tinggi manapun namun tetaplah berpikir kritis dan tidak asal menerima pandangan meski dari profesor sekalipun. Pakailah Firman Tuhan untuk membedakan mana yang benar dan salah.

“Pengeras suara” ketiga adalah Hollywood. Liberalisme yang radikal ala Hollywood dengan orang-orang seperti Michael Moore, Tim Robbins dan Barbra Streisand jelas berseberangan secara diagonal dengan kekristenan.

Berikut ini nilai-nilai Hollywood10: 1) Kebebasan seksual: seks pranikah, homoseksualitas, aborsi; 2) Hidup untuk hari ini. Nikmati apapun juga yang bisa dinikmati hari ini. Tidak perlu memikirkan kekekalan; 3) Diri-sendiri (self) yang paling penting. Mendahulukan hal atau orang lain di atas diri sendiri adalah kebodohan; 4) Persamaan gender: pria dan wanita adalah sama secara psikologis. Pembedaan gender muncul karena (tekanan) sosial saja; 5) Sekularisme. Urusan agama seharusnya dikungkung dalam ruangan ibadah saja dan jangan dibawa-bawa ke urusan hukum dan kenegaraan. Founding Fathers yang berbicara “rights being endowed by Creator” atau Abraham Lincoln yang mengatakan “A nation under God” dianggap musuh demokrasi.

Jika Anda suka menonton film-film Hollywood, Anda dibanjiri dengan nilai-nilai mereka. Sekali lagi, pakailah Firman Tuhan untuk menilai.

^^ Catatan:

Racist: rasis, orang yang mendiskriminasi atau berprasangka buruk terhadap orang lain karena rasnya

Bigot: orang yang tidak toleran terhadap orang lain yang mempunyai pandangan berbeda

Misogynist: orang yang mendiskriminasi atau berprasangka buruk terhadap perempuan

Homophobe: orang yang tidak suka dan mendiskriminasi homoseksual

Xenophobe: orang yang takut atau tidak suka terhadap orang asing yang berasal dari negara dan kebudayaan yang berbeda

Hate group: kelompok penebar kebencian


Di tengah-tengah arus liberalisme Amerika yang semakin radikal (baca Box 1), Pence secara konsisten membawa iman dalam perjalanan karier politiknya. Ia kemudian sampai kepada puncak karier politiknya ketika disumpah sebagai Wapres AS tanggal 20 Januari 2017.

Pence inauguration

Saat itu, ia meletakkan tangannya di atas Alkitab dan ayat yang sama dengan yang dipakai Presiden Ronald Reagan, yang dikenal sebagai salah satu Presiden terbaik Amerika, ketika disumpah. Ayat itu berbunyi, “… dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14).

Ayat ini adalah bagian dari peringatan dan janji Tuhan kepada Raja Salomo dan bangsa Israel yang baru saja menahbiskan Bait Allah. Jika mereka menjauhi Tuhan, malapetaka akan menimpa mereka (ayat 13). Tetapi jika mereka merendahkan diri, berdoa kepada Tuhan dan bertobat, maka Tuhan akan mengampuni dan memulihkan negeri mereka12.

Terdapat perdebatan di Amerika mengenai penerapan ayat ini dalam kehidupan bernegara. Bagi saya, karena definisi umat Tuhan sudah meluas di jaman anugerah ini, umat Tuhan (orang Kristen) masa kini bila melakukan hal-hal yang diutarakan di ayat 14 akan menerima pengampunan dan negeri mereka akan merasakan dampak pemulihan juga. Bersama Tuhan, ada PENGHARAPAN. Saya kira itu juga kerinduan Pence dalam menjalankan pemerintahan bersama Trump.

Quote_Heal

Ketika artikel ini ditulis, masih terlalu dini untuk menilai kinerja pemerintahan Trump-Pence dan melihat pemulihan Amerika. Namun hal-hal positif mulai tampak. Kebutuhan dasar apa yang dirindukan rakyat Amerika? Sama halnya dengan masyarakat negara lain, mereka membutuhkan pekerjaan atau iklim berusaha yang baik sehingga mereka bisa menghidupi keluarga mereka. Sering terjadi di Amerika, suami istri tiba-tiba kehilangan pekerjaan, harus menjual rumah dan mobil, dan menjadi gelandangan.

Menurut laporan-laporan yang muncul di awal bulan Agustus 2017, sejak Trump-Pence menjabat bulan Januari 2017, indeks saham terus-menerus meroket dan memecahkan rekor13; lapangan pekerjaan bertambah sebanyak 1,29 juta14; tingkat pengangguran terendah dalam 16 tahun16; dan banyak perusahaan yang berlomba-lomba berinvestasi di dalam negeri. Rakyat butuh makan dan ini permulaan yang menggembirakan.

Rakyat Amerika juga mengharapkan penegakan hukum dan keamanan. Dalam kurun enam minggu di awal 2017, Penegak Hukum Imigrasi (ICE) melakukan operasi terbesar dalam sejarahnya dengan menangkap 1.378 kriminal yang terlibat dalam berbagai kejahatan. Sepertiganya adalah imigran gelap. Sebanyak 1.095 kriminal adalah anggota gang yang terlibat dalam kejahatan seperti perdagangan manusia, obat terlarang dan senjata15.

Pence telah menginspirasi rekan-rekannya bagaimana membawa iman dan nilai-nilai kekristenan ke dalam politik dan kekuasaan. Hal ini bisa dilakukan tanpa perlu mengubah negara demokrasi menjadi teokrasi.

Secara umum, apa yang dilakukan Pence bisa dilakukan juga oleh orang Kristen dengan profesi apapun. Keyakinan saya adalah jika Tuhan diikutsertakan dalam semua aspek hidup kita termasuk profesi dan karier, maka berkat dan perbaikan akan dirasakan bukan hanya oleh kita tapi juga tempat kerja dan lingkungan kita. Ada Tuhan, ada pengharapan.

Penulis: Bambang Sugiarto, Ph.D

Baca artikel lain: https://gbsugiarto.wordpress.com/

Referensi online:

  1. https://www.biography.com/people/mike-pence-071416
  2. https://www.nytimes.com/2016/07/21/us/politics/mike-pence-religion.html?mcubz=1
  3. http://www.slate.com/articles/news_and_politics/politics/2016/07/mike_pence_s_religion_why_the_trump_vp_pick_is_quiet_about_his_beliefs.html
  4. http://www.trunews.com/article/vp-mike-pence-shares-why-choosing-christ-changed-his-life
  5. https://craigfehrman.com/2013/01/06/mike-pences-confessions-of-a-negative-campaigner/
  6. http://religionandpolitics.org/2016/10/10/the-christian-worldview-of-mike-pence/
  7. http://news.gallup.com/poll/187955/percentage-christians-drifting-down-high.aspx
  8. https://en.wikipedia.org/wiki/Liberal_bias_in_academia
  9. https://www.youtube.com/watch?v=Ae4VZTVEFC4
  10. https://www.jashow.org/articles/society-culture-politics-2/media/hollywood/why-hollywood-hates-christianity/
  11. https://conservativetribune.com/verse-pences-bible-will-be-open/
  12. https://www.blueletterbible.org/Comm/archives/guzik_david/studyguide_2ch/2ch_7.cfm
  13. http://www.businessinsider.com/trump-200-days-impact-on-markets-and-economy-2017-8/#stocks-have-risen-steadily-since-trumps-inauguration-with-the-benchmark-dow-jones-industrial-average-recently-hitting-the-22000-mark-for-the-first-time-1
  14. http://www.foxbusiness.com/politics/2017/08/04/does-1-million-jobs-make-trump-job-whisperer.html
  15. http://www.foxnews.com/politics/2017/05/11/ice-arrests-1378-suspected-gang-members-in-largest-sweep-to-date.html
  16. http://www.businessinsider.com/us-jobs-report-july-2017-8

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s